<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LembaranPung [blog version]</title>
	<atom:link href="http://lembaranpung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lembaranpung.wordpress.com</link>
	<description>lembaran lembaran yang berisi ungkapan secara tertulis mengenai apa saja yang rasanya ingin saya tulis, ngga terlalu substantif, ndak ada pengkhususan, hanya sekedar curahan dari apa yang ingin diomongkan....itu saja.. Les paroles s'envolent, les ecrits restent.. kata-kata menghilang, tulisan tertinggal</description>
	<pubDate>Sun, 04 May 2008 00:15:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Sepak bola, PSSI, Irasionalitas dan Lelaki</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/sepak-bola-pssi-irasionalitas-dan-lelaki/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/sepak-bola-pssi-irasionalitas-dan-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 23:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat paradoks yang mungkin agak aneh ketika menghubungkan tiga kata diatas, kenapa saya sebut sebagai sebuah paradoks? Kaitannya adalah sebagai berikut :
Ada hipotesis yang mengatakan bahwa secara psikologis proses alur berpikir dan mengambil keputusan antara lelaki dan perempuan adalah berbeda. Lelaki lebih mengedepankan rasionalitas dalam mengambil keputusannya, dan wanita dengan arifnya menggunakan emosi sebagai filter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Terdapat paradoks yang mungkin agak aneh ketika menghubungkan tiga kata diatas, kenapa saya sebut sebagai sebuah paradoks? Kaitannya adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Ada hipotesis yang mengatakan bahwa secara psikologis proses alur berpikir dan mengambil keputusan antara lelaki dan perempuan adalah berbeda. Lelaki lebih mengedepankan rasionalitas dalam mengambil keputusannya, dan wanita dengan arifnya menggunakan emosi sebagai filter pertama yang ia pasang dalam menentukan analisisnya. Hipotesis tersebut tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah dengan wanita namun bagi kaum pria ada beberapa hal di dunia ini yang bisa menyebabkan rasionalitas mereka menjadi lenyap tak berjejak, hilang secara misterius, dan menguap tak berbekas dalam otak mereka. Satu dari beberapa hal itu [yang disepakati oleh lebih dari separuh penduduk dunia berjenis kelamin laki-laki] adalah BOLA, lebih tepatnya SEPAK BOLA, FOOTBALL, FUTBOL, SOCCER, BOLA SEPAK.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-40"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sepak bola [selanjutnya disingkat bola] menjadi sebuah fenomena global yang menimbulkan efek berantai ke berbagai sendi kehidupan manusia seantero dunia. Politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bidang-bidang lain. George Weah dan Silvio Berlusconi misalnya, mengecap ketenaran, menghimpun massa, dan merintis pilar politiknya dengan berbasiskan para penggila bola di negaranya. David Beckham, Allesandro Nesta, dan Paulo Maldini, sukses menumpuk pundi-pundi uang <em>sripilan</em> [sampingan;jawa] dengan berprofesi sebagai bintang iklan. Escobar dan Nurdin Khalid sukses menjadi bulan-bulanan dan lampiasan ketidak puasan para penggemar bola di negaranya, karena ketidak becusannya. [hanya bedanya, escobar mati dan nurdin "belum" mati]</p>
<p style="text-align:justify;">Coba kita bayangkan, bagaimana mungkin kita [kaum lelaki, terutama lelaki Indonesia] menjadi tersihir dan tergila-gila kepada sebuah tim sepakbola, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita. Saya analogikan diri saya sebagai permisalan. Tim jagoan saya ada tiga -dari saya lahir sampai saya mati nanti- AC Milan, Timnas Jerman dan Timnas Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mulai dari AC Milan. Dulu saya suka AC Milan karena disana ada Oliver Bierhoff. Sundulannya yahud, tendangannya maut. setiap kali Milan main, entah itu jam 9 malem, jam 11 malem, ato jam 3 Pagi, pasti saya tonton. Setelah Oliver Bierhoff pindah dari AC Milan, berarti &#8220;seharusnya&#8221; hilang pula alasan saya untuk <em>menggila-gilai</em> klub sepakbola Italia berjuluk &#8220;<em>ill diavollo rosso&#8221; </em>itu. Tapi entah kenapa, saya bukan mengikuti kiprah Oliver Bierhoff-nya tapi justru kiprah AC Milannya. Mungkin karena Bierhoff pindah ke klub gurem, kalo Bierhoff pindah ke Madrid, Juve, atau Arsenal mungkin bakal lain ceritanya. Dilihat dari alasan awal, jelas sudah tidak <em>match</em> lagi kenapa saya tetep menggilai AC Milan, dan dilihat dari hubungan kausalitas/sebab akibat, hal itu menjadi lebih absurd lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Timnas Jerman, alasannya pun sama. Saya suka Jerman karena disitu pun ada Olliver Bierhoff pada awal mulanya. Dan kalau tidak salah kebetulan pas saya mulai suka bola, bertepatan dengan akan dimulainya Piala Dunia Prancis 1998. World Cup Prancis 1998-lah ajang sepakbola antar negara yang pertama kali dalam seumur hidup saya yang saya nikmati total, seluruh game dan babak.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika itu Jerman melaju hingga babak semifinal, dimana akhirnya Jerman terkalahkan oleh Kroasia pada perebutan tempat ketiga, Pameo &#8220;bola itu bundar&#8221; ternyata masih berlaku,sehingga Jerman yang secara materi dan <em>skill</em> pemain seharusnya menang, ternyata bisa kalah dengan Kroasia, yang secara hitungan matematis itu tidak mungkin. Butuh waktu satu minggu untuk melenyapkan rasa dongkol dan nestapa akibat kekalahan timnas jerman dari hati saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya Bierrhoff pensiun dari timnas jerman, dan seharusnya pula berakhir pula rasa &#8220;cinta&#8221; saya kepada timnas Jerman itu, namun entah kenapa tetap saja saya terlanjur mencintai gaya permainan, mental &#8220;diesel&#8221; dan spirit timnas jerman hingga saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jerman, sebuah negara di Barat benua eropa, yang bahkan kesanapun saya belum pernah, atau bermimpi bahwa buyut saya merupakan keturunan ras arya jerman pun tak pernah saya pikirkan, namun kenapa saya bisa menggila-gilai permainan tim sebuah negara yang ngga ada sangkut pautnya dengan saya? Kenapa ngga saya idolakan saja timnas Laos, yang paling ngga masih satu rumpun asia tenggara dengan Negara saya Indonesia? heran saya&#8230;??!!</p>
<p style="text-align:justify;">Nah sekarang kita bicara yang lebih irrasional lagi, lebih absurd lagi, TIMNAS INDONESIA. Ini tim saya yang paling saya  cintai lebih dari tim-tim manapun, lebih dari AC MILAN, Lebih dari TIMNAS JERMAN.</p>
<p style="text-align:justify;">Mencintai Timnas Sepakbola Indonesia adalah keputusan yang paling tidak logis yang pernah saya ambil, keputusan yang paling tidak rasional, paling absurd, paling emosional. Keputusan yang saya tahu bahwa saya bakal terus tersakiti, bahwa saya bakal tidak akan pernah terpuaskan, bahwa saya harus sering-sering mengelus dada, menggantang asap, menaruh asa yang tak pasti, menunggu godot. Karena &#8220;hil yang mustahal&#8221; [meminjam istilah asmuni srimulat: red]  Melihat timnas Indonesia bakal berprestasi/menuai kemenangan. Mencintai Timnas INDONESIA adalah &#8220;cinta tanpa syarat&#8221;, &#8220;cinta tulus ikhlas&#8221;, &#8220;cinta buta&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Timnas Indonesia yang kering prestasi selama lebih dari 3 dekade [bahkan lebih] dengan segala atribut bawaan yang mengikuti di belakang dunia persepakbolaan Indonesia, mulai dari Ketua Umum yang ditahan karena &#8220;jelas-jelas&#8221; korupsi, sistem kompetisi yang berubah-ubah sesuai mood dari pengurus PSSI, prestasi yang tak kunjung datang, fans yang ganas agresif dan brutal, Klub-klub yang tidak profesional di Liga Indonesia yang selalu membutuhkan kucuran dana APBD dari pemerintah daerah, sampai pada pemain-pemain yang tidak disiplin, itu adalah realita dan faktanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi apapun faktanya, saya cinta Timnas Indonesia. Mulai dari jaman Kurniawan, Miro Baldo Bento, Bambang Pamungkas,erol FX Iba, Ponaryo astaman, Boas T Sallosa, sampai sekarang si Atep. karena cinta saya ke Timnas Indonesia adalah &#8220;cinta tanpa syarat&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=40&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/sepak-bola-pssi-irasionalitas-dan-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi Bali tjap &#8220;Kupu Kupu Bola Dunia&#8221;</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/kopi-bali-tjap-kupu-kupu-bola-dunia/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/kopi-bali-tjap-kupu-kupu-bola-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 22:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kopi dan Kuliner]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Makasih buat temen saya -mba Dina- yang udah sempet-sempetnya maen ke Bali dan mbawain saya oleh-oleh kopi ini. Kopi Bali tjap &#8220;Kupu-Kupu Bola Dunia&#8221;  yang diproduksi oleh PT Putra Bhineka Perkasa (Denpasar-Bali).

gb. :Kopi Bali tjap “Kupu-Kupu Bola Dunia”

&#8220;Enjoy the refined taste and aroma of butterfly globe Brand Bali Coffee your best souvenir from Bali, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Makasih buat temen saya <a href="http://profiles.friendster.com/51107453"><span style="color:#33cccc;">-mba Dina-</span> </a>yang udah sempet-sempetnya maen ke Bali dan mbawain saya oleh-oleh kopi ini. Kopi Bali tjap &#8220;Kupu-Kupu Bola Dunia&#8221;  yang diproduksi oleh <span style="color:#00ffff;"><a href="http://coffeebali.com/">PT Putra Bhineka Perkasa</a></span> (Denpasar-Bali).</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/05/image25.jpg"><img class="size-medium wp-image-39" src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/05/image25.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial;">gb. :Kopi Bali tjap “Kupu-Kupu Bola Dunia”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span id="more-38"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Enjoy the refined taste and aroma of butterfly globe Brand Bali Coffee your best souvenir from Bali, the real Bali coffe.&#8221; begitu kira-kira kata yang tercantum di kemasannya. melihat kemasannya dan tulisan yang terdapat di bungkusnya, sepertinya kopi ini memang coba dibidik untuk konsumsi wisatawan mancanegara yang sedang melancong ke Bali. Wisatawan yang menikmati kopi di sore hari sambil mencomot dua pisang goreng dan menikmati matahari terbenam di sepanjang pantai kuta.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikembangkan oleh keluarga Tjahjadi yang memulai bisnis kopi ini di sekitaran tahun 1935. Keluarga ini  mulai menjual kopinya di toko mereka (Bian Ek) jl Gajah Mada, Pusat kota Denpasar. Kini tercatat sudah generasi ketiga yang melanjutkan penjulan kopi ini. Wirawan Tjahjadi sang cucu yang kemudian menjalankan bisnis kopi ini dengan konsep baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Kopi Bubuk seberat 250 g ini saya buka dan coba saya rasakan. Aromanya cukup menyengat, dengan bau kopi yang khas seperti kopi yang sudah lama disimpan dalam karung goni di gudang kopi tua. Kalau bisa dianalogikan Aroma harumnya berkarakter keras, sekeras tuak dan adat bali yang khas.</p>
<p style="text-align:justify;">Air panas mengepul, saya tuang ke mug saya dengan perbandingan kegemaran saya yaitu 3:1  (3 sendok kopi : 1 sendok gula). Angkat ke bibir dan mencoba sruputan pertama. Whualah&#8230;ternyata Kopi Bali ini paitnya ngalahin kopi Gayo. kopi paling pait yang pernah saya coba. Rasa khas arabicanya langsung terasa lewat rasa asam yang muncul. Kopi Bali produksi petani kopi di Buleleng ini ternyata mantap juga. &#8220;paitnya berkarakter&#8221; komentar temen saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Esoknya, saya bawa sebungkus kopi ini ke kantor. Saya serahkan ke Office Boy, sambil berpesan &#8220;jangan terlalu manis, satu sendok saja.&#8221; Sang Office boy mahfum dan paham dengan maksud saya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi thanks Dina buat Kopi Balinya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=38&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/05/03/kopi-bali-tjap-kupu-kupu-bola-dunia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/05/image25.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berkaca lalu bersyukur</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/04/27/berkaca-lalu-bersyukur/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/04/27/berkaca-lalu-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 17:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hidup &amp; Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Mbok mbok pedagang pecel di stasiun purwokerto membanting tulang demi lima belas ribu Rupiah perhari. Tukang becak di terminal purwokerto, mengelap peluh demi lima ribu Rupiah dari jalanan menanjak sepanjang tiga kilometer dari terminal Purwokerto hingga kompleks perumahan saya.
Pemulung sampah yang beristirahat di sepanjang RS Persahabatan Rawamangun, bekerja hingga larut malam demi 7500 Rupiah persetiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mbok mbok pedagang pecel di stasiun purwokerto membanting tulang demi <span style="text-decoration:underline;">lima belas ribu</span> Rupiah perhari. Tukang becak di terminal purwokerto, mengelap peluh demi <span style="text-decoration:underline;">lima ribu</span> Rupiah dari jalanan menanjak sepanjang tiga kilometer dari terminal Purwokerto hingga kompleks perumahan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemulung sampah yang beristirahat di sepanjang RS Persahabatan Rawamangun, bekerja hingga larut malam demi 7500 Rupiah persetiap harinya. Pelayan di sebuah warung kopi tenar di bilangan pusat Jakarta, bekerja tak tidur dua belas jam demi uang sebesar kurang dari <span style="text-decoration:underline;">satu juta</span> Rupiah perbulannya. Tukang cukur salon kecil di jalan layur, setia menunggu pelanggan yang datang maksimal lima orang perharinya, dengan ongkos perorangnya <span style="text-decoration:underline;">sepuluh ribu</span> rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya menghabiskan uang sekedar untuk membeli secangkir kopi sebanyak <span style="text-decoration:underline;">lima belas ribu</span> Rupiah minimal sekali setiap minggunya. Membeli pertamax sebesar <span style="text-decoration:underline;">dua puluh ribu</span> rupiah perminggunya. Makan sebanyak <span style="text-decoration:underline;">tiga puluh ribu</span> Rupiah perharinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa kadang hidup sedemikian timpangnya, betapa kadang nasib orang berbeda-beda sedemikian rupanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua puluh tiga tahun yang Alhamdulillah masih wajar-wajar saja, tanpa riak yang terlalu tinggi yang terlalu sulit untuk dilewati yang rasanya sangat perlu untuk disyukuri. Sambil melihat orang-orang yang lain berjuang tanpa mengeluh untuk hidup. Sambil membaca ucapan pesan singkat dari Ibu yang meskipun terlambat &#8220;<strong><em>selamat ultah anakku, tambah rajin ibadah.</em></strong>&#8221; Sambil membaca ucapan selamat dari ayah &#8220;<strong><em>met ultah pung, masalah adalah dinamika..sukses selalu kedepan.</em></strong>&#8221; Sambil tertawa mendengar ucapan dari adik-adik yang masih tetap lucu. Sambil membaca ucapan selamat dari kawan-kawan yang baik. Ah betapa hidup ini memang selalu pantas untuk tetap disyukuri, dengan tentunya tetap tak lupa untuk berbagi dengan sesama. Terima kasih semuanya. 23 tahun yang tak pernah sia-sia.</p>
<p style="text-align:justify;">*sambil bersiap menghadapi tahun yang ke 24*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=37&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/04/27/berkaca-lalu-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman Saya yang Masih Cethek</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/25/iman-saya-yang-masih-cethek/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/25/iman-saya-yang-masih-cethek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 14:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hidup &amp; Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kalau diklasifikasikan iman saya barulah sebatas iman taqlid, atau taraf iman yang paling rendah dari iman-iman yang lain. (Iman Ilmu, Iman Ayan, Iman Haq, Iman Hakekat)
Mungkin keimanan saya barulah pada tahap mengakui keberadaan Tuhan tapi tidak memiliki dasar ilmu atau argumentasi, hanya mengikuti garis keturunan keluarga saya yang sudah Islam dari sononya.
Tapi ijinkan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mungkin kalau diklasifikasikan iman saya barulah sebatas iman taqlid, atau taraf iman yang paling rendah dari iman-iman yang lain. (Iman Ilmu, Iman Ayan, Iman Haq, Iman Hakekat)</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin keimanan saya barulah pada tahap mengakui keberadaan Tuhan tapi tidak memiliki dasar ilmu atau argumentasi, hanya mengikuti garis keturunan keluarga saya yang sudah Islam dari sononya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ijinkan saya berpendapat sedikit saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Menarik mendengar cerita tentang Cak Nun, ketika dalam sebuah da&#8217;wahnya beliau ditanya oleh audiensnya seperti ini. “Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu:  pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?“</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-36"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.”<br />
“Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya.<br />
“Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun.<br />
“Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, ” katanya lagi. “Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai <em>credit point</em> pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">menarik pula mendengar penuturan dari Adiwarman Azwar Karim pada suatu kajian ba&#8217;da dhuhur. Beliau seorang ekonom syariah berkomentar. Islam itu sebenarnya tentang <em>akhlakul karimah</em> bukan semata soal <em>syariah</em>. Islam bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Tanpa hati yang terbuka tak bisa kita paksakan <em>syariah</em> kepada semua orang, dan kunci membuka hati itu adalah <em>akhlakul karimah</em>, perbuatan baik kita kepada semua orang. Contohlah para pedagang Gujarat di Nusantara, Sunan Kalijaga yang menyebarkan Islam di Tlatah Jawa, kaisar Cheng Ho dari Cina, mereka semua mengedepankan <em>akhlakul karimah</em> dalam dawahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendefinisikan suatu &#8220;kesalehan&#8221; bukan berarti hanya sebuah kesalehan pribadi <em>vis a vis</em> antara kita dengan Gusti Allah. Kesalehan juga meliputi kesalehan sosial, bagaimana membina <em>hablumminannas</em> hubungan sesama manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam adalah agama yg penuh dengan konteks-konteks humanisme, bukan hanya berupa sanksi dan pahala yg di artikan secara dangkal oleh beberapa fanatis buta. (walaupun saya pun bukan/belum menjadi pemeluk yg taat, tapi saya mencoba)</p>
<p style="text-align:justify;">untuk menggambarkan islam yg penuh dengan nilai-nilai sosial tidak hanya melulu masalah-masalah iman:</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, Filosofi rukun islam.<br />
Setelah kita diminta bersyahadat dalam rukun pertama sebagai dasar keimanan kita kepada Allah, kemudian untuk apa, untuk kita &#8220;berhaji&#8221; seperti dalam rukun ke lima. Berhaji, bersosialisasi dengan berjuta-juta umat yg lain dalam kondisi yg sama, kain putih yang sama, waktu yg sama, tempat yang sama, ibadah yg sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Filosofi sholat.<br />
Ketika kita awali dengan takbir mengagungkan Asma Allah sebagai yang &#8220;Maha Besar&#8221; sebagai awalan dasar semangat kita beragama, kemudian kita akhiri sholat kita dengan salam, mendoakan keselamatan kepada teman, kerabat, sahabat, dengan menengokkan kepala ke samping kanan dan samping kiri kita,dan bergumam &#8220;semoga keselamatan selalu tercurah padamu kawan&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, Bulan Ramadhan.<br />
Bulan Ramadhan ini pun mengandung beberapa filosofi humanisme. kita awali bulan Ramadhan ini dengan berpuasa, ibadah yang hanya kita dan Tuhan yang mengerti, menguji kejujuran kita, bukan di hadapan manusia, tetapi di hadapan Gusti Allah, dan pada akhirnya akhir Ramadhan kita tutup dengan berzakat, berbagi dengan sesama umat, untuk coba diangkat dan diberi dorongan kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">emm, bukan berarti saya melebih-lebihkan agama saya. saya pikir kok ya, konteks agama, entah apapun itu ya sama, bukan mengajarkan <em>anarkisme</em>, <em>vandalisme</em>, &#8220;<em>chauvinisme</em> agama&#8221; buta, tetapi sebagai <em>Rakhmatan lil alamin</em>. Semua agama mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat baik kepada semua makhluk. Karena itulah substansi dari apa itu agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, jangan hanya meratakan dahi diatas sajadah,ulurkan tangan dan singsingkan lengan untuk kesejahteraan umat, mari !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=36&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/25/iman-saya-yang-masih-cethek/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sing Penting Posting</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/15/sing-penting-posting/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/15/sing-penting-posting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 06:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/15/sing-penting-posting/</guid>
		<description><![CDATA[Lawas banget ora tau &#8220;posting&#8221;, gara-garane lagi akeh gawean neng kantor. Kepriben mening, esuk uput-uput wis mangkat kantor, gawean seabreg kelare pas wis mbengi-mbengi. Keselen durung sempet salin wis banjur turu,  meninga arep posting. Kepriben carane garep posting. Tapi ya ora papa,  jenenge wong urip, kudu nyambut gawe.
Lha kiye carane lagi mbludreg banget. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Lawas banget ora tau &#8220;posting&#8221;, gara-garane lagi akeh gawean neng kantor. Kepriben mening, esuk uput-uput wis mangkat kantor, gawean seabreg kelare pas wis mbengi-mbengi. Keselen durung sempet salin wis banjur turu,  meninga arep posting. Kepriben carane garep posting. Tapi ya ora papa,  jenenge wong urip, kudu nyambut gawe.</p>
<p style="text-align:justify;">Lha kiye carane lagi mbludreg banget. Prei-prei ngantor, udan mening, jan macherelle poll. Dadine kambi iseng, ana wektu lowong neng tengah-tengah gawean tak niati nggo posting nganggo basa leluhur, mbanyumasan totok ora nganggo edit-editan, ora nganggo mikir-mikiran babar pisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dadi sing pada maca aja ngresulah nek cempuleke tulisanku madan mbingungi, ora sesuai karo kaedah EYD sing bener..wong karep-karepku sing garep nulis koh. Rika pada gari maca baen. Nek ana sing bingung, komen baen, ngko tek jawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Wis lah, loro Paragraph baen cukup. Diundang karo Pak Bos kon rapat ndimin, dongakna sukses ya sedulur kabeh.</p>
<p style="text-align:justify;">Suwun.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=35&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/03/15/sing-penting-posting/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dari &#8220;aku ingin&#8221; sampai &#8220;nokturno&#8221;</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/02/15/dari-aku-ingin-sampai-nokturno/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/02/15/dari-aku-ingin-sampai-nokturno/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 09:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hidup &amp; Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

NOKTURNO
Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu …
Entah kapan kau bisa kutangkap

dan puisi Sapardi mengingatkan saya dengan telak malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3 style="text-align:center;"><strong>AKU INGIN</strong></h3>
<h3 style="text-align:center;">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</h3>
<h3 style="text-align:center;">Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</h3>
<p align="center"><a title="pantai-ide1.jpg" href="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/02/pantai-ide1.jpg"><img src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/02/pantai-ide1.jpg" alt="pantai-ide1.jpg" /></a></p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>NOKTURNO</strong></h3>
<h3 style="text-align:center;">Kubiarkan cahaya bintang memilikimu<br />
Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya<br />
Gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu …<br />
Entah kapan kau bisa kutangkap</h3>
<p align="left">
<div>dan puisi Sapardi mengingatkan saya dengan telak <a href="http://www.tamanismailmarzuki.com/kalendar/14-02-2008.html"><span style="color:#0000ff;">malam itu&#8230;</span></a></div>
<p align="left"><span style="color:#0000ff;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=33&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/02/15/dari-aku-ingin-sampai-nokturno/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/02/pantai-ide1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantai-ide1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merdeka, Braga, Asia Afrika</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/28/merdeka-braga-asia-afrika/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/28/merdeka-braga-asia-afrika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 20:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Backpacking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Selepas menyelesaikan pekerjaan yang diamanatkan, saya kembali dari menemani kawan-kawan memperoleh data dari kantor regional kami di Kota bandung.
Makan malam bersama sebentar di warung c&#8217;mar yang selalu menyapa para pelanggannya ketika akan membayar dengan sapaan &#8220;kasep&#8221; atau &#8220;geulis&#8221;, lalu kembali ke penginapan di sekitaran Jalan Merdeka.

Mandi air hangat ternyata berhasil untuk melepaskan penat duduk di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3 style="text-align:justify;">Selepas menyelesaikan pekerjaan yang diamanatkan, saya kembali dari menemani <span style="color:#33cccc;"><a href="http://www.assegaf.com/">kawan-kawan</a></span> memperoleh data dari kantor regional kami di Kota bandung.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Makan malam bersama sebentar di warung c&#8217;mar yang selalu menyapa para pelanggannya ketika akan membayar dengan sapaan &#8220;kasep&#8221; atau &#8220;geulis&#8221;, lalu kembali ke penginapan di sekitaran Jalan Merdeka.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span id="more-28"></span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">Mandi air hangat ternyata berhasil untuk melepaskan penat duduk di kantor seharian. merokok satu dua batang dan malam terasa belum terlalu lama menjelang.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Saya termasuk orang yang jarang berkunjung ke kota bandung, masih bisa dihitung dengan jari kunjungan saya ke kota yang dijuluki &#8220;parisj Van Java ini.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Bandung merupakan salah satu kota yang menurut saya memiliki eksotisme dan &#8220;gaya&#8221;nya sendiri yang khas. Seperti layaknya Jogja yang ramah, Bandung adalah kota yang ber &#8220;gaya.&#8221;</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Pukul 21.45 saya lihat waktu menunjukkan. Melihat keluar jendela, malam yang cerah pikir saya. saya ambil topi &#8220;om pasikom&#8221; saya dan saya putuskan berjalan sendirian di malam sabtu di kota bandung.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Keluar dari penginapan berbelok ke arah kanan menuju perempatan besar, lalu berbelok lagi ke arah kiri. Menyalakan rokok sebentar sebatang sebelum menyeberang jalan.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Saya suka berjalan, melakukan apa yang kata beberapa orang &#8220;walking tour.&#8221; Berjalan sendirian di malam hari mengamati detail yang kadang tak terlihat karena tersamar oleh kecepatan menggunakan kendaraan.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Berjalan kaki terkadang dapat mengungkap detail yang lebih terlihat dibanding dengan menggunakan kendaraan. grafiti yang terlukis di dinding-dinding kota, meja dengan taplak putih dan dua kursi di balik tralis besi sebuah gedung tua yang terlihat sepi, Pengemis yang kelelahan dan tertidur di depan sudut gelap di malam yang dingin, dan detail-detail lainnya.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Setelah melewati beberapa gedung tua dan kantor walikota, tak terasa jalan Braga terlihat di depan saya.Lanscape jalan yang khas peninggalan jaman kolonial belanda. Gedung-gedung tua yang berlumut dan menghitam, bercampur dengan pendar lampu neon, perempuan-perempuan bergincu tebal dan rok pendeknya, dan satu dua peminta minta yang memelas di depan toko kelontong 24 jam.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Braga di waktu malam, terlihat temaram. Dentang musik kelab yang berdentam, terdengar kontras dengan gedung-gedung tua yang terkesan tenang.</h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;"><img src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/blogsjalanbragapelesiranmalam.jpg?w=386&h=258" alt="blogsjalanbragapelesiranmalam.jpg" width="386" height="258" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Gb1 : Braga di waktu malam</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;"><img src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/braga2.jpg" alt="braga2.jpg" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Gb2</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"> : Braga tempo dulu</span></em></strong></p>
<h3 style="text-align:justify;">Jalan Braga di pusat Kota Bandung, Jawa Barat, pernah dianalogikan dengan catwalk, papan tempat para model berlenggak-lenggok. Dulu, jalan itu memang trendsetter, kaum muda yang hilir-mudik bergaya di Jl Braga.Namun dengan semakin banyaknya titik-titik ekonomi baru di kota Bandung, Mal-mal baru di kota Bandung, Braga menjadi sedikit terlupakan sepertinya. Tak terlalu ramai (kalau tak mau di bilang sepi), Braga seperti terlempar dari masanya.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Menembus Asia Afrika.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Setelah melewati Braga dan beberapa belokan, kini saya berada di sekitaran jalan Asia Afrika. Jalan yang pada jamannya juga memiliki ceritanya sendiri.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Dari Jalan ini api semangat anti kolonialisme coba dinyalakan oleh Bung Karno dalam sebuah forum negara-negara Asia Afrika.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Melewati gedung Merdeka (yang dahulu bernama &#8220;concordia&#8221;) tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika tanggal 18 April 1955, saya berjalan. Kemudian melewati Hotel Savoy Homan yang cantik dengan model bangunan art deco dan lampu-lampunya.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Beberapa Pedagang Bubur Ayam dan penjual Sekoteng di seberang Savoy, terlihat ramai dikunjungi pembeli.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Entah saya lupa sebelum atau sesudah Savoy, saya melewati semacam peringatan titik kilometer nol Kota Bandung. Pada tahun 1810, Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">&#8220;Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!&#8221; (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!&#8221;), kata Daendels yang terpajang di tugu peringatan tersebut.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Setelah berjalan dengan menghabiskan setengah bungkus rokok, tak terasa saya sudah sampai kembali lagi ke penginapan.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">Kelelahan dan kemudian tertidur.</h3>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=28&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/28/merdeka-braga-asia-afrika/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/blogsjalanbragapelesiranmalam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blogsjalanbragapelesiranmalam.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/braga2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">braga2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi-kopi saya</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/16/kopi-kopi-saya/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/16/kopi-kopi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 17:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kopi dan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/16/kopi-kopi-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Di kamar saya ada beberapa macam kopi,dengan berbagai varian bentuk dan rasanya. Ada yang saya dapetkan dari temen-temen saya yang baru melancong, ada yang saya beli dari warung depan kostan, ada juga yang saya ambil dari dapur rumah saya di purwokerto waktu saya pulang kampong.
Kalau di list, beberapa kopi yang eksis ada di kamar kostan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Di kamar saya ada beberapa macam kopi,dengan berbagai varian bentuk dan rasanya. Ada yang saya dapetkan dari temen-temen saya yang baru melancong, ada yang saya beli dari warung depan kostan, ada juga yang saya ambil dari dapur rumah saya di purwokerto waktu saya pulang kampong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kalau di list, beberapa kopi yang eksis ada di kamar kostan saya antara lain adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="center"><img src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/kopi1.jpg" alt="kopi1.jpg" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">Gb1 : ”Kapal Api” morning blend; ”Espresso Coffe” chocolate; Kopi Gayo; ”Nescafe” coffemix pass!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-24"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;"> </span></em></strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Kopi ”Kapal Api” Morning      Blend</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kopi ini saya dapet dari room mate sekamar yang dia beli dan hadiahkan sebagai oleh-oleh sehabis pulang dari dines keluar kota, pekanbaru tepatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kopi ini bermerk ”Kapal Api” namun dalam kemasan yang berbeda. Kemasannya berupa kaleng seng berwarna hitam, dengan tutup ulir dari plastik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Berbeda dengan kopi ”Kapal Api dalam bentuk sachet kebanyakan, kopi ini menawarkan cita rasa yang berbeda. Dengan tema <em>morning blend-</em>nya, secangkir kopi <em>morning blend</em> yang mantap dan nikmat setiap pagi, akan memberikan anda semangat sepanjang hari, begitu kalimat yang tertulis dalam kemasannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Cita rasa kopi ini terasa ringan begitu pertama kali saya sruput.™ Komposisinya tak begitu berat tapi ringan, namun aromanya tetap khas aroma ”kapal api”. Butiran kopinya digiling halus menjadi serbuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Sepertinya kopi ini merupakan ”kapal api” versi premium yang tidak dijual bebas di sembarang warung. Overall, kopi ini memang pas kalo kita sruput™ pagi hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Espresso Coffee      Chocolate</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Ini sebenarnya bukan buat diminum, karena ini sebenernya adalah coklat dengan rasa kopi. Oleh-oleh dari temen saya yang habis melancong ke negeri singa. Coklat yang enak berbentuk butiran sebesar telor puyuh dalam kemasan kardus kertas dan masih dibungkus lagi didalamnya dengan kantong <em>alumunium foil</em> warna emas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Biji kopi yang dilapisi lapisan coklat yang tebal di setiap butirnya, sungguh terasa banget kopinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Empat butir coklat ini dengan air panas secangkir kecil dapat menjelma menjadi kopi coklat yang nikmat, ketika coklatnya meleleh dan butiran biji kopinya mengambang di permukaan cangkir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><strong></strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Kopi Gayo</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kopi ini juga pemberian dari teman setelah bepergian dari tanah rencong. Kopi ini merupakan kopi arabica yang diolah dari biji kopi yang ditanam di perkebunan kopi dataran tinggi Gayo di Bener Meriah, Nanggro Aceh Darussalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kopi ini diolah dengan proses pemetikan oleh petani kopi, yang dikeringkan dengan panas matahari, dan kemudian digongseng lalu digiling menjadi bubuk kopi. Bubuk kopi yang sudah dikemas ini lalu siap diseduh menjadi kopi saring yang nikmat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Bubuk kopinya tidak terlalu kasar, tapi tidak pula terlalu halus. Ketika kita cicipi rasa kopinya sebelum diseduh juga tidak terasa terlalu pahit. Tapi jangan ditanya rasanya ketika sudah diseduh. Rasa pahit kopinya dan harum aroma khas dari kopi torabica, terasa sungguh ”aceh” sekali. Hampir persis sama dengan kopi yang saya minum ketika saya berada di Aceh, di kedai-kedai kopi yang banyak terhampar di setiap pinggir jalan dan simpang jalan ”serambi mekah”</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Nescaffe Coffemix      Pass! </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Ini adalah kopi <em>sachet</em> instan favorit saya, dengan uang sebanyak delapan ratus rupiah, maka kita bisa mendapatkan satu sachet kopi yang cukup untuk satu gelas kopi. Bertipe kopi instan dengan racikan kopi dan gula yang suda di ”mix” sehingga hanya tinggal seduh tanpa perlu memberikan pemanis tambahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Aromanya sungguh tidak ada yang bisa menandingi. Dulu, sebenarnya kopi <em>sachet</em> favorit saya adalah kopi gingseng ”CNI”. Namun karena harganya yang tidak begitu murah, saya jadi tak terlalu sering meminumya. Nah, pada suatu waktu, ketika pertama kali saya mencoba Nescafe coffemix pass! Ini, saya merasakan duplikat kopi gingseng tersebut, dalam versi yang lebih hemat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Berbeda dengan kopi instan yang terbuat dari <em>freeze died coffee</em> pada umumnya, kopi ini menawarkan rasa kopi premium dengan harga minimum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;"> <img src="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/kopi2.jpg" alt="kopi2.jpg" /></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="left"><strong><em><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">Gb2<span> </span>: Kopi “Wartin”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="left">
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">Kopi Wartin</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Teman saya membeli kopi ini secara tak sengaja di sudutan Ibukota, tepatnya dimana saya belum tahu. Tiba-tiba, teman saya ini memberikannya kepada saya ketika sedang berkunjung ke kamar saya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kemasannya terbuat dari kantung kertas payung berwarna coklat. Diproduksi oleh PT Warung Tinggi Coffee (d/h Tek Soen Hoo) yang beralamat di Jakarta, dengan berat bersih 250 g.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Sama dengan ”Kapal Api” Morning Blend, kopi ini bertipikal kopi lembut yang tidak terlalu keras aroma dan rasa kopinya. Racikannya mengingatkan saya kepada kopi bikinan emak saya di kampung. Sejenis kopi tradisional produksi rumahan yang ketika kita sruput™ sangat terasa ”indonesia” sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Itulah sebagian kopi yang saya miliki. Terima kasih untuk semua teman saya yang telah memberikan kopi ini. Terima kasih kepada semua teman saya yang mau repot mencari kopi-kopi ini untuk dioleh-olehkan kepada saya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Maka..marilah mari kita menyruput™<span> </span>kopi bersama-sama, sambil bercengkrama dan berbagi cerita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="left">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=24&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2008/01/16/kopi-kopi-saya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/kopi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kopi1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lembaranpung.files.wordpress.com/2008/01/kopi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kopi2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Perjalanan (akan) Dimulai Kembali</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/12/23/dan-perjalanan-akan-dimulai-kembali/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/12/23/dan-perjalanan-akan-dimulai-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 15:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Backpacking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/2007/12/23/dan-perjalanan-akan-dimulai-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Ada berbagai macam alasan orang melakukan sebuah trip/ perjalanan wisata. Teman saya yang ini misalkan, beliau lebih menikmati objek wisata yang bersifat adventure, kegiatan yang menantang, dan daerah yang jarang orang &#8220;biasa&#8221; mengunjunginya kalo bener-bener niat. Ada lagi temen saya yang ini, yang menikmati objek wisata yang modern, kota-kota yang indah, dengan menawarkan beragam toko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Ada berbagai macam alasan orang melakukan sebuah trip/ perjalanan wisata. Teman saya yang ini misalkan, beliau lebih menikmati objek wisata yang bersifat <i>adventure</i>, kegiatan yang menantang, dan daerah yang jarang orang &#8220;biasa&#8221; mengunjunginya kalo bener-bener niat. Ada lagi temen saya yang <a href="http://thepradonos.blogspot.com">ini</a>, yang menikmati objek wisata yang modern, kota-kota yang indah, dengan menawarkan beragam toko atau mal yang menjual barang yang menarik, yang ingin mereka beli. Ada juga temen saya yang <a href="http://pejalanjauh.blogspot.com">ini</a> (walau saya belum pernah ketemu langsung dengan beliau) yang lebih senang menikmati perjalanan yang menawarkan keeksotisan budaya, sosiologi dari komunitas atau daerah yang dia kunjungi. Maaf kepada temen-temen saya tersebut kalau penilaian saya itu salah, tapi setidaknya itulah gambaran saya sebagai orang yang senang membaca/mendengar cerita tentang perjalanan mereka dari tulisannya atau penuturannya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kalau saya, Ada beragam aspek dan alasan yang saya sukai dari setiap perjalanan yang saya lakukan. Saya suka melakukan perjalanan sendiri, kadang pula saya merindukan berjalan bersama dengan beberapa teman. Kadang saya suka mengunjungi gunung atau laut yang terdapat di pojokan peta, jauh dari hingar bingar kota. Terkadang pula saya suka mengunjungi kota yang memiliki masyarakat yang hidup dengan tradisi atau kultur yang unik yang bisa saya jadikan <i>kaca benggalaning,</i> contoh yang baik untuk coba saya bandingkan dengan kultur atau tradisi lingkungan di sekitar hidup saya biasanya.</p>
<p align="justify"><span id="more-19"></span></p>
<p align="justify">Saya suka takjub melihat keindahan alam di suatu tempat yang jarang orang mengunjunginya, Saya sering mengagumi sikap hidup masyarakat di suatu kota kecil yang memegang teguh tradisi yang memiliki nilai-nilai baik yang kadang jarang saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari saya, dan kadang pula saya menikmati sensasi terheran-heran seperti orang udik melihat betapa modernnya suatu kota besar dan betapa mengkilaunya orang-orang yang tinggal di dalamnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dan Bulan Desember ini saya melakukan perjalanan (lagi) bersama beberapa teman (baru dan lama) untuk berkeliling pulau Jawa, Dari ujung barat sampai ujung timur Pulau ini selama 6 (enam) hari.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sesuatu yang begitu dekat dengan kita kadangkala terlupakan oleh kita. Jawa dengan beragam budaya, keeksotisan kontur alamnya, keanekaragaman kulturnya membuat saya bersemangat untuk melakukan perjalanan ini. Jawa yang disini saya habiskan hampir 9/10 dari rentang hidup saya, kadang terlupakan. Pada awalnya saya hanya tahu Jawa dari Jakarta di ujung Barat hingga <i>pol</i> Jogja di ujung timur, itupun hanya setarikan garis linearnya saja. Kota kota yang terlewati jalur utama dari dua kota itulah yang biasanya saya singgahi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Dengan perjalanan kali ini, saya ingin lebih jauh mengenal tanah leluhur saya, tanah Jawa. Saya ingin memperluas <i>coverage</i> saya atas Jawa hingga lebih luas lagi. Keunikan budaya tradisi penduduk di Bromo, keindahan alam di Tawangmangu-Karanganyar, atau hanya sekedar menikmati manis dan pedasnya nasi pecel Madiun.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">dan ketika seorang kawan mengajak saya melakukan sebuah perjalanan, maka perjalanan dimulai kembali. Semoga membawa hikmah hidup dan pengalaman yang membawa manfaat baik bagi cara pandang hidup saya..semoga.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=19&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/12/23/dan-perjalanan-akan-dimulai-kembali/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Foto</title>
		<link>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/11/25/arti-sebuah-foto/</link>
		<comments>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/11/25/arti-sebuah-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 16:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipungmbuh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Backpacking]]></category>

		<category><![CDATA[Hidup &amp; Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lembaranpung.wordpress.com/2007/11/25/arti-sebuah-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah foto berisi beribu macam kenangan yang tersimpan di dalamnya, sebuah foto bisa mengingatkan kita kembali pada apa sebenarnya makna jujur yang terkandung dalam moment yang terekam di dalamnya. Ingatan kita kembali pada kenangan yang terjadi ketika lampu blitz menyala sepersekian detik yang membuat kita bersikap spontan.
Ketika hati kita terasa terbebani oleh berbagai macam masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebuah foto berisi beribu macam kenangan yang tersimpan di dalamnya, sebuah foto bisa mengingatkan kita kembali pada apa sebenarnya makna jujur yang terkandung dalam moment yang terekam di dalamnya. Ingatan kita kembali pada kenangan yang terjadi ketika lampu blitz menyala sepersekian detik yang membuat kita bersikap spontan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketika hati kita terasa terbebani oleh berbagai macam masalah yang kita buat, beban hidup yang terasa berat menghimpit, kenangan pahit yang kita lakukan&#8230;cobalah tengok foto&#8230;dia merupakan penghibur ulung yang mampu memberikan kedamaian dalam hidup kita tanpa banyak bicara. kadang kita bisa tersenyum, kadang kita bisa tertawa, kadang kita malah bisa bersedih dan menitikkan air mata hanya dengan melihat sebuah foto.</span></p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kadang ingatan kita kembali pada suatu kenangan buruk dengan kawan kita, tentang suatu khilaf, silang sengketa, beda pendapat yang meruncing yang mungkin baru kita sadari, ternyata masalah tersebut belum sempat terselesaikan, dan ternyata setelah kita melihat foto barulah kita sadar&#8230;ternyata kita perlu untuk menyelesaikannya, bukannya kita lari dari masalah yang kita buat&#8230;.karena setelah melihat foto kita sadar&#8230;bahwa kita adalah manusia biasa yang telah dewasa&#8230;..yang nggak hanya bisa lari, menghindar dari masalah..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selembar foto kadang bisa membuat kita menjadi lebih dewasa, membuat kita menjadi lebih bijaksana, membuat kita menjadi lebih tegar menghadapi hidup yang masih luas terbentang di depan. Selembar Foto bisa membuat kita berpikir tentang kesalahan yang pernah kita buat tanpa menyentil <i>egoisentrisme</i> kita, karena foto adalah gambaran kejujuran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatan kita kembali pada suatu siang yang panas terik kita berjalan kelelahan dengan ransel yang tingginya melebihi tinggi punggung kita, ketika kita melihat kawan kita didepan berjalan kepayahan menyandang beban berat di <i>carier-</i>nya, ketika dia hampir jatuh dan kita tolong dia menyangga tubuhnya&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatan kita kembali pada suatu sore ketika ransel mulai kita buka, sendau gurau, saling tawa mengiringi kita merebus air hangat, menikmati secangkir teh panas dan sebatang rokok, setelah lelah mendaki gunung seharian&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatan kita kembali pada suatu malam, ketika bulan bersinar terang, bintang berkerlip, dengan api unggun menyala di depan tenda, duduk merapat dengan 2-6 orang kawan seperjalanan, bernyanyi, menikmati secangkir coklat panas&#8230;dan lagi-lagi sebatang rokok yang mengeluarkan asap putih tipis dari ujungnya&#8230;.betapa hangat rasanya..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di lain Album. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatan kita kembali pada ramai dan gilanya ruang kelas ketika jam istirahat. Ketika sang dara melintas di depan kelas, diiringi dengan siulan nakal, panjang dan ramai dari jendela kelas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ingatan kita kembali pada betapa polosnya kita, betapa lugunya masa muda kita, betapa pemberaninya kita, betapa bodohnya kita&#8230;.betapa berharganya masa lalu kita</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selembar foto&#8230;.ya&#8230;hanya dengan selembar foto&#8230;.seribu kenangan terbentang kembali, melintas di ingatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Maka, buka kembali album foto tua kita.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lembaranpung.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lembaranpung.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lembaranpung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lembaranpung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lembaranpung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lembaranpung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lembaranpung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lembaranpung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lembaranpung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lembaranpung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lembaranpung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lembaranpung.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lembaranpung.wordpress.com&blog=1657248&post=18&subd=lembaranpung&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lembaranpung.wordpress.com/2007/11/25/arti-sebuah-foto/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ipungmbuh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ipungmbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>