Labuan Bajo secara administratif merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis letaknya berada di ujung barat laut Pulau Flores.
Dari pandangan lewat jendela pesawat, awalnya saya menyangka kalau Flores ini pulau kering dengan curah hujan jarang. Sepanjang mata memandang hanya terlihat hamparan bukit yang berwarna kuning dan deretan pasir abu-abu disela-sela lautan warna biru. Begitu pula ketika kami mendarat siang itu di pelabuhan udara Labuan Bajo, hawa panas dan gerah langsung menyergap, tidak berlebihan rasanya kalau menganggap pulau ini memang kering.
Begitu sampai di penginapan, air mandi dan air minum rasanya segar dan tawar. Hal ini membuat saya heran karena biasanya, berdasarkan pengalaman saya, daerah dekat laut memiliki rasa air yang payau. Rasa air yang segar bisa menjadi salah satu indikator bahwa di daerah itu kualitas air masih baik atau sebaliknya. Keheranan saya itu baru menemukan jawabannya ketika kami selanjutnya mengunjungi Cunca Rami.
Cunca Rami, adalah air terjun yang berada di kawasan geo tourism Hutan Mbeliling, hutan yang merupakan kawasan wisata unik dengan ekosistem pegunungan yang masih terjaga.
Seperti semacam anomali dari lingkungan sekitarnya yang kering, hutan Mbeliling memberi kesan teduh dan hijau ketika kami mencapainya. Hutan ini merupakan penampung cadangan air alami penting bagi penduduk yang kelestariannya sangat perlu dijaga.
Berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl, Cunca Rami merupakan salah satu tujuan wisata yang terkenal di kawasan Hutan Mbeliling ini. Selain karena debit airnya yang cukup besar, danau indah di bawah air terjun juga banyak menarik minat turis lokal maupun domestik untuk mendatanginya.
Dari kejauhan Cunca Rami sudah bisa dilihat di antara hijaunya bukit dan pepohonan sekitarnya. Air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian sekitar 30 meter ini terlihat, menurut saya, menggetarkan.
Cunca Rami bisa dijangkau dari kampung Roe, Desa Cunca Lolos yang merupakan pintu pendakian ke puncak Mbeliling. Jarak dari kota Labuan Bajo sekitar 20 Km yang dapat ditempuh selama kurang lebih 45 menit menggunakan kendaraan melewati jalan dengan kualitas aspal cukup baik. Setelah sampai di Kampung Roe, menuju ke air terjun ini jalurnya cukup moderat. Dari ujung Kampung Roe kita bisa mencapai Cunca Rami dengan waktu kurang lebih selama satu jam jalan kaki.
Rute yang kami lewati memiliki medan yang bervariasi. Awalnya kami harus melintasi hutan pohon kemiri, kemudian mendaki dan menuruni bukit, melewati jalan tanah yang padat untuk selanjutnya berganti melewati pematang sawah dan sungai jernih. Rasa lelah selama perjalanan rasanya terbayar setelah akhirnya kami melihat Cunca Rami dan danau kecilnya dari dekat.
”Cunca Rami itu berasal dari bahasa Flores, cunca artinya air terjun dan rami artinya hutan. Jadi maksudnya air terjun yang ada di dalam hutan.” Begitu jelas Pak Mikael, pemandu kami yang asli orang Flores. ”Saat ini air sedang tidak besar, musim kemarau.” Tambahnya.
Dihadapkan dengan air terjun besar yang kami lihat dari dekat, dengan debit airnya yang jatuh secara masif akibat gaya gravitasi yang disebabkan oleh tinggi tebing vertikal di belakangnya, membuat kami agak sulit untuk mempercayai perkataan Pak Mikael. Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya air terjun bila musim hujan tiba, apabila pada saat kemarau saja besarnya seperti ini.
Kami tidak melewatkan berenang di air danaunya yang dingin. Aktivitas lain yang saya sukai di sini adalah duduk di batu besar, di bawah air terjun, diterpa derasnya guyuran air yang jatuh dari atas menimpa badan dan kepala. Bagi saya, Cunca Rami adalah tempat yang tepat untuk berelaksasi dan menyepi karena lokasinya yang masih asri dan alami.
Hari beranjak siang, setelah ini kami masih harus mengunjungi kampung adat Melo, tempat digelarnya tari Caci yang merupakan tarian khas budaya setempat. Kamipun berkemas-kemas bersiap mendaki kembali bukit hutan Mbeliling, meninggalkan Cunca Rami yang indah di belakang.










Noe
November 7, 2011
keren, pngen ksana
ipungmbuh
November 8, 2011
Indonesia memang keren
Aditya Permana
November 23, 2011
Setuju mas.. Indonesia memang keren..
wow..indah sekali air terjunnya.
ipungmbuh
November 23, 2011
Yoi, Indonesia memang keren Mas *toss*
Giri Prasetyo
November 28, 2011
sekali lagi ; Indonesia memang keren…
sekali lagi plis, indonesia emang keren…..
ipungmbuh
November 29, 2011
Indonesia emang keren, Cukk!
)
kinkin
February 23, 2012
WUAAAH! ini bagus banget air terjunnya! ah, posting di blogmu tu isinya bikin mupeng ke Nusa Tenggara maas