Pulau Biawak, Atol di Laut Jawa II; Teknis Perjalanan


Gb.1 Pulau Biawak

Untuk foto-foto terkait Perjalanan kali ini dapat dilihat pada postingan sebelumnya

============

Ini adalah tentang pulau yang disebut Pulau Biawak, karena di Pulau tersebut banyak terdapat Biawak (Varanus salvator) dari yang berukuran sedang sampai berukuran besar, berkeliaran di sepanjang pantainya.

Selain disebut Pulau Biawak, pulau ini juga biasa disebut dengan sebutan Pulau Menyamak dan Pulau Byompis.

Pulau Biawak terletak di sebelah utara Pulau Jawa bagian tengah. Masuk wilayah administratif Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan terletak di koordinat 06°56’022’’ LS dan 108°22’015’’ BT.

Gb.2 Posisi Pulau Biawak

Dengan luas daratan ±742 Ha yang sebagian besar terdiri dari hutan bakau, pulau Biawak menjadi kawasan konservasi endemik burung-burung liar dan (tentu saja) bagi biawak-biawak yang ada disana.

Kepulauan Biawak sebenarnya terdiri dari 3 (tiga) kepulauan besar yaitu Pulau Gosong, Pulau Candikian dan Pulau Biawak itu sendiri.

Gb.3 Kepulauan Biawak

Selain sebagai kawasan konservasi, Pulau Biawak juga merupakan pulau yang penting bagi jalur pelayaran domestik karena terdapat menara mercusuar peninggalan Belanda yang masih aktif memandu kapal-kapal besar dan kecil hingga saat ini.

Bersama dengan 10 (sepuluh) orang rekan perjalanan yang berasal dari Jakarta dan Indramayu, kami menuju kesana. Trip weekend tiga hari dari hari Jumat (malam) sampai Minggu (malam), dari Jakarta s/d Jakarta kembali.

Budget dan Jenis Perjalanan

Trip jenis ngeteng, sambung menyambung kendaraan umum dari Jakarta sampai Indramayu lanjut ke Pulau Biawak, dengan grade moderate ekonomis. Budget selama perjalanan untuk transportasi, akomodasi dan lain-lain berkisar kurang dari 500k-Rp (estimasi dari Jakarta).

PIC

Selama di Indramayu kita didampingi oleh Mas Turidi (08129648931) dan Mas Wawan (08179070867), Fotografer-fotografer lepas Indramayu yang concern dengan budaya dan potensi wisata di Indramayu.

Perahu kita sewa dari Pak Darji (085929029394), nelayan ikan tempatan yang sehari-hari melaut dari pelabuhan Karangsong. Pak Darji dapat ditanya mengenai kondisi cuaca, gelombang laut dan hal-hal teknis lainnya terkait perjalanan laut ke pulau Biawak.

Transportasi

Seperti dijelaskan di atas, trip kali ini kita menggunakan kendaraan umum yaitu:

Bis Jakarta (Jatibening) – Indramayu (Perempatan Celeng): 25k-Rp s/d 35k-Rp; 5 Jam

Ojek Perempatan celeng – TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Karangsong 20k-Rp; 30 menit.

Kapal Nelayan (medium) Karangsong – Pulau Biawak 1.800k-Rp (pp) kapasitas (10-15 orang); 4 jam

Objek Wisata

Mercusuar Pulau Biawak

Mercusuar setinggi 65 meter yang ada di Pulau Biawak didirikan pada jaman penjajahan Belanda oleh ZM Willem pada tahun 1872. Arsitektur Mercusuar hampir sama dengan Mercusuar yang ada di Bangka Belitung dan Anyer Tangerang. Mercusuar tersebut masih digunakan hingga saat ini.

Dengan anak tangga melingkar yang cukup kecil dan berkarat di dalam mercusuar, perlu kehati-hatian ekstra untuk bisa menaikinya.  Setelah sampai di puncak mercusuar, pemandangan lepas pantai dan dermaga pulau Biawak bisa terlihat.

Biawak

Biawak yang merupakan satwa endemik pulau ini memiliki penciuman yang tajam. Apabila kita ingin melihatnya, kita bisa meletakkan ikan atau daging di dermaga dan dalam waktu yang tak terlalu lama, biawak-biawak akan berdatangan.

Biawak-biawak di pulau ini tidak takut terhadap manusia. Mereka cukup berani mendekat,  namun kita tetap perlu mewaspadai sabetan ekor biawak tersebut.

Pulau Gosong

Pulau Gosong ini sebenarnya adalah sebuah atol berbentuk cincin dengan kepala cincinnya merupakan daratan kecil yang ada di atas permukaan laut, sedang tengah-tengah cincin adalah karang dangkal yang tenggelam di permukaan laut.

Berjarak sekitar 1 (satu) jam perjalanan berperahu dari Pulau Biawak. Pulau Gosong ini sebenarnya menarik untuk digunakan berenang dan snorkeling. Sayangnya, karang di Pulau Gosong ini sudah banyak yang rusak, yang konon kabarnya akibat pengerukan untuk pembangunan Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan Exor I sekitar tahun 1980-an. Selain Pulau Gosong, terdapat pula Pulau Candikian, yang sayangnya tidak sempat kami datangi.

Hutan bakau dan Pinus

Pulau Biawak memiliki hutan bakau yang masih cukup lebat. Selain bakau, pinus juga cukup banyak ditemukan di tengah pulau yang merupakan tempat berkumpulnya burung-burung.

Terdapat tangga kayu yang pada awalnya digunakan untuk bisa masuk ke dalam hutan bakau tanpa perlu masuk ke rawa-rawa, namun kondisi pada saat kami datang, tangga kayu tersebut sudah rapuh dan rusak cukup parah.

Tips:

  • Apabila merencanakan trip weekend, sebaiknya dari Jakarta lebih awal (20.00 WIB) agar bisa sampai di pelabuhan sekitar tengah malam lalu dilanjut ke pulau biawak, agar pagi dapat sunrise pada saat di atas kapal ketika menuju ke Pulau Biawak.
  • Akan lebih baik bila menunggu bis ke Indramayu dari terminal bayangan pintu tol jatibening (24 jam) karena bis ke Indramayu dari Terminal Kampung Rambutan habis selepas pukul 22.00 WIB dan ngetemnya lama-pun.
  • Karena Pulau Biawak merupakan pulau yang dikelilingi karang, pada malam hari biasanya arus surut, sehingga perahu yg ditambatkan di dermaga menjadi terdampar dan baru bisa keluar dermaga setelah air pasang (sekitar 12.00 WIB) sehingga perlu diperkirakan untuk waktu kepulangannya.
  • Setelah dari Pulau Biawak, lebih baik menyewa angkot (75k-Rp) dari dermaga karangsong untuk putar-putar kota Indramayu, sebelum pulang ke Jakarta. Ada beberapa obyek wisata yang cukup menarik di Indramayu seperti kota tua, wisata kuliner di Sport center (semacam alun-alun tempat berkumpul warga) dan lain-lain.
  • Kalau anda cukup berani, ternyata di Indramayu banyak yang menjual sate biawak ..!!!
  • Jangan makan pilus D*a Kelinci kalau sedang naik kapal. Potensial muntah!
  • Ombak dari Indramayu ke Pulau Biawak lumayan tinggi.
  • Hati-hati, bis Pantura terkenal rawan copet.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Biawak

http://dhamadharma.wordpress.com/2010/03/13/wisata-pulau-biawak-indramayu/

http://liburan.info/content/view/12/43/lang,indonesian/

http://wikimapia.org/#lat=-6.1234869&lon=108.401413&z=11&l=0&m=w

Tagged , , , , ,

36 thoughts on “Pulau Biawak, Atol di Laut Jawa II; Teknis Perjalanan

  1. Darmadi says:

    mantap bang..

    saya blm sempet posting hal itu,,

    terima kasih dah ngebantu tmn2 yg lain untuk akses kesana…
    :)

  2. bangsari says:

    gambar gamabre endi?

  3. [...] temen yang mau ke pulau biawak khususnya yang dari arah jakarta silahkan bisa buka blog ini : http://lembaranpung.wordpress.com/2010/07/15/pulau-biawak-atol-di-laut-jawa-ii-teknis-perjalanan/ di blog ini lengkap dari mulai akomodasi sampai nomor kontak nelayannya [...]

  4. pidaaah says:

    ipuuuuuung, di pulau biawak aktifitasnya apa ajaaaah? bisa snorkeling atau berenang berenang taaak?

  5. ipungmbuh says:

    Banyakk.. bisa ko snorkeling atau berenang-berenang.
    bayarin gw, fid kalau kesana yee..

  6. haris says:

    mas mau nanya
    kalau berangkat kapal biasanya malem pa bebas jam???

  7. ima says:

    maaf mas…saya ima anak perikanan UNDIP berencana mengambil skripsi tentang pengelolaan sumberdaya pesisir untuk pengembangan ekowisata bahari di pulau biyawak…
    yang saya tanyakan…
    disana ada penduduknya ga mas?klo jadi saya penelitian disana tempatnya dimana mas?
    view dsana kya gmana?
    ada sarana educationnya ga,,misalnya wisata terumbu karang gt,
    sasarannya ada ga?klu ada bentuknya apa mas?
    disana ada wadah buat pengelolaannya ga mas?
    oia…minta cp nya mas…
    maaf pertanyaannya banyak mas…mohon dijawab y mas..terima kasih…

    • ipungmbuh says:

      Di Biawak nda ada penduduknya, adanya penjaga mercusuar dari Kementerian Perhubungan, 2 orang.
      Untuk tempat tinggal, ada beberapa rumah dinas yang bisa ditempati, tapi sepertinya harus izin ke kementerian perhubungan kali ya.
      View untuk wisata dan olahraga air, keren.
      Lokasi ada, tapi sarana entahlah. Sepertinya sudah rusak.
      Sasaran dan wadah pengelolaannya saya kurang paham.
      CP bisa hubungi mas Turidi, ada di blog saya :D

      Kalau pengelolaan sumber daya pesisir/kepulauan, kenapa nda coba di pulau seribu yang sudah cukup mapan. (sekedar saran)

      Sukses buat skripsinya yaa.

  8. Nursidi says:

    Ya wis sedulur…..! ayo kita kembangkan pulau biawak rame-rame,biar aku bisa balik kampung dari bali tuk mengembangkan pariwisata di indramayu

  9. nilo says:

    wahh.. kmpung hlmn gw nih at indramayu “kepandean”..hehee
    mpe skg blum kesampean klo pulkam pngen ke pulau biawak.. :(
    ujung2nya maen ke karang song..hihii
    klo nyebrang ksana brp jam yaa..??? n biaya pnyewaan kapal nlyn..
    thanks b4..

  10. ari says:

    mas….. kira2 butuh budget total brapa yak di pulau biawak ?? makasih…..

  11. Shoif says:

    untuk biaya kapal kalau sendirian apa tetap 1.800k????mahal amat ya…atau mungkin kalau 1 orang 180k???

  12. kalo ke pulau biawak, nginep disana hrs minta ijin dulu ?

    • ipungmbuh says:

      Tidak perlu, Mas. Karena biasanya penunggu mercusuar malah senang bila ditemani. Tapi untuk berjaga-jaga, bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup dan alat camping yang memadai.

      • ari says:

        saya kmr jumat-mgg baru saja ke biawak… seru! tapi untuk air sumur rasanya agak asin, jdi untuk air minum/masak pak manto (penjaga mercusuar) punya bak penampungan air hujan…

  13. ipungmbuh says:

    @ari : Nice info, Ari. Terimakasih buat updatenya. Kalau ada cerita/foto selama di sananya, boleh dong dishare tautan (link)-nya. :D

  14. ari says:

    utk transport dari jkt bisa naek cirebon express turun St. jatibarang – indramayu untuk jadwal yg malam. Cireks jadwal pagi tdk berhenti di Jatibarang tapi langsung Cirebon. harga bis 70 rb, exe 90an rb.

  15. iyank says:

    wowww its so amazingggg…
    bisa jadi bahan skripsi ku nihhh..
    ilmu jauh ku tempuh di jurusan ilmu kelautan UNDIP… dan menyelesaikan skripsi ku di kota kelahiranku sendiri,,, exciting banget nihhh

  16. obet says:

    Mas, mau tanya dong. Menurut info yang saya baca di website katanya ada KM Biawak milik dinas perikanan dan kelautan kota Indramayu yang bisa digunakan. Itu semacam ferry penyebrangan atau gimana ya mas ?
    Terima kasih

  17. dilis indah says:

    jadi tertarik mo kesana mas…thx infonya

  18. wajib di like buat contekan di jalan :D

  19. [...] Info lain mengenai Pulau Biawak bisa juga dibaca di sini dan disini. [...]

  20. winnymarch says:

    biaya ngetripnya berapaan yah?

  21. winnymarch says:

    boleh share biaya perjalanan gk?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: