Tilang (Bukti Pelanggaran)


Apabila anda di jalan terkena surat bukti pelanggaran (“tilang”) oleh polisi, tidak dibenarkan untuk “berdamai” dengan memberikan uang kepada oknum polisi tersebut.

Gb. 1 : Pak Polantas

Gb. 1 : Pak Polantas

Hal ini karena, apabila anda membayar langsung kepada oknum polisi tersebut, maka uang denda yang tujuannya untuk dimasukkan ke kas negara, menjadi tidak sampai dan pada akhirnya hanya masuk ke oknum aparat tersebut.

Untuk prosedurnya sebaiknya menggunakan jalur resmi pengadilan, karena pada prakteknya sebenarnya tidak sulit untuk mengambil kembali STNK dan/atau SIM kita yang ditahan. Berikut tips dan triknya.

Tips:

  1. Apabila anda ditilang di jalan sebenarnya ada beberapa pilihan opsi bagi pelanggar yang berlaku saat ini yaitu seseorang bisa diminta disidang di pengadilan, membayar ke Bank Rakyat Indonesia, atau pilihan lain dititipkan kepada kuasa sidang. Kuasa untuk sidang ini tidak lain adalah polisi (dengan memberikan bukti tilang tanda bukti penitipan sidang), sesuai Keputusan Kepala Kapolri No. Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998).
  2. Form merah artinya bahwa anda tidak menerima kesalahan yang dituduhkan oleh polisi kepada anda dan anda diberi kesempatan untuk membuktikan/atau meminta keringanan dihadapan hakim. Biasanya tanggal sidang di PN (“Pengadilan Negeri”) (sesuai daerah perkara) adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian.  H-1 dari tanggal sidang, SIM/STNK sudah dikirimkan ke pengadilan oleh pihak kepolisian sesuai daerah perkara.
  3. Form biru adalah apabila anda menerima kesalahan anda. Dengan  form ini anda dapat langsung membayar dendanya di bank yang telah ditunjuk. Sehabis membayar denda resmi maka anda dapat membawa bukti setor ke kantor polisi untuk mengambil SIM atau STNK yang disita, atau menyetor uang titipan ke petugas khusus bila kantor Bank (BRI) yang ditunjuk untuk menerima penyetoran uang titipan terdakwa (pelanggar-red) tutup, karena hari raya/libur, dan sebagainya.
  4. Namun semenjak tanggal 26 April 2008 khusus untuk, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan sekitarnya hanya akan memberikan blanko warna merah (form merah) dalam penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintasnya. Sesuai dengan Surat Telegram Dir lantas Polda No. Pol: ST/93/XI/2006. Tujuannya  adalah memberikan efek jera. Dalam hal ini tidak berarti Form Biru tidak berlaku lagi, tetapi tetap dikeluarkan berdasarkan kebijakan petugas di lapangan, misalnya jika yang kena tilang dari luar kota, maka atas kebijakan petugas dapat mengeluarkan Form Biru.
  5. Setelah menerima surat tilang, selanjutnya adalah anda datang ke persidangan sesuai tanggal sidang dan PN yang ditunjuk.
  6. Datanglah lebih awal dari jadwal waktu sidang.
  7. Setelah sampai di PN jangan pernah menerima ajakan calo dan oknum pegawai PN yang menjanjikan dapat menyelesaikan proses persidangan dengan lebih cepat.
  8. Proses persidangan berlangsung secara marathon dan cepat. Gambaran keadaan pada saat persidangan adalah  5 (lima) sampai 10 (sepuluh) orang berjejer di bangku di depan hakim, untuk kemudian ditanya dan diputus satu persatu oleh majelis hakim mengenai pelanggaran yang dituduhkan.
  9. Setelah diputus, maka kita dapat mengambil form merah yang sudah diputus untuk kemudian menuju loket khusus tilang yang ada di PN tersebut. Anda tunjukkan form merah tersebut untuk kemudian membayar denda resmi sesuai putusan hakim dan mengambil STNK/SIM yang ditahan.
  10. Jangan khawatir apabila anda tidak dapat mengikuti hari persidangan karena anda dapat mengambil SIM/STNK di hari lain (pada jam kerja PN), langsung menuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN. Tunjukan form merahnya, dalam intarval 5 (lima) menit SIM/STNK udah di tangan Anda dengan membayar denda resmi, sebelumnya cermati berapa denda resminya, agar tidak dilebih-lebihkan nominalnya oleh petugas loket khusus tersebut.
  11. Total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses persidangan di PN (sampai pengambilan STNK/SIM) berdasarkan pengalaman penulis, tidak lebih dari 20 (dua puluh) menit.

Referensi :

http://www.lantas.metro.polri.go.id/news/index.php?id=2&nid=13696 http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/02/1026406/ditilang..mintalah.blanko.merah
http://hukumonline.com/detail.asp?id=19774&cl=Berita
http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=17344&cl=Berita
About these ads

3 thoughts on “Tilang (Bukti Pelanggaran)

  1. nothing says:

    sing penting ki nang dalan jo yak yak an,,, sing santung ben kabeh slamet met met waras wiris

  2. mikow says:

    sing penting nduwe kendaraan, kalo ra nduwe yo ga bakal kena tilang :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 47 other followers

%d bloggers like this: