header image
 

Berkaca lalu bersyukur

Mbok mbok pedagang pecel di stasiun purwokerto membanting tulang demi lima belas ribu Rupiah perhari. Tukang becak di terminal purwokerto, mengelap peluh demi lima ribu Rupiah dari jalanan menanjak sepanjang tiga kilometer dari terminal Purwokerto hingga kompleks perumahan saya.

Pemulung sampah yang beristirahat di sepanjang RS Persahabatan Rawamangun, bekerja hingga larut malam demi 7500 Rupiah persetiap harinya. Pelayan di sebuah warung kopi tenar di bilangan pusat Jakarta, bekerja tak tidur dua belas jam demi uang sebesar kurang dari satu juta Rupiah perbulannya. Tukang cukur salon kecil di jalan layur, setia menunggu pelanggan yang datang maksimal lima orang perharinya, dengan ongkos perorangnya sepuluh ribu rupiah.

Dan saya menghabiskan uang sekedar untuk membeli secangkir kopi sebanyak lima belas ribu Rupiah minimal sekali setiap minggunya. Membeli pertamax sebesar dua puluh ribu rupiah perminggunya. Makan sebanyak tiga puluh ribu Rupiah perharinya.

Betapa kadang hidup sedemikian timpangnya, betapa kadang nasib orang berbeda-beda sedemikian rupanya.

Dua puluh tiga tahun yang Alhamdulillah masih wajar-wajar saja, tanpa riak yang terlalu tinggi yang terlalu sulit untuk dilewati yang rasanya sangat perlu untuk disyukuri. Sambil melihat orang-orang yang lain berjuang tanpa mengeluh untuk hidup. Sambil membaca ucapan pesan singkat dari Ibu yang meskipun terlambat “selamat ultah anakku, tambah rajin ibadah.” Sambil membaca ucapan selamat dari ayah “met ultah pung, masalah adalah dinamika..sukses selalu kedepan.” Sambil tertawa mendengar ucapan dari adik-adik yang masih tetap lucu. Sambil membaca ucapan selamat dari kawan-kawan yang baik. Ah betapa hidup ini memang selalu pantas untuk tetap disyukuri, dengan tentunya tetap tak lupa untuk berbagi dengan sesama. Terima kasih semuanya. 23 tahun yang tak pernah sia-sia.

*sambil bersiap menghadapi tahun yang ke 24*

~ oleh ipungmbuh di/pada April 27, 2008.

5 Tanggapan to “Berkaca lalu bersyukur”

  1. MOK, MAKAN2 Mok!

  2. hidup memang sesuatu yg menggetarkan. ia pantas dilakui dg syukur yg berlipat2.

  3. happy birthday once again mas ipung, and thank u for the delicious pizza! :D
    mas, koleksi kopi ya?hehehe.ada satu bungkus kopi dari batam,nganggur.berminat?

  4. HOMOG!

  5. Curang..ternyata ada pizza…kenapa cuma ditawarin pisang goreng…he he he he

Tinggalkan Balasan