Mbok mbok pedagang pecel di stasiun purwokerto membanting tulang demi lima belas ribu Rupiah perhari. Tukang becak di terminal purwokerto, mengelap peluh demi lima ribu Rupiah dari jalanan menanjak sepanjang tiga kilometer dari terminal Purwokerto hingga kompleks perumahan saya.
Pemulung sampah yang beristirahat di sepanjang RS Persahabatan Rawamangun, bekerja hingga larut malam demi 7500 Rupiah persetiap harinya. Pelayan di sebuah warung kopi tenar di bilangan pusat Jakarta, bekerja tak tidur dua belas jam demi uang sebesar kurang dari satu juta Rupiah perbulannya. Tukang cukur salon kecil di jalan layur, setia menunggu pelanggan yang datang maksimal lima orang perharinya, dengan ongkos perorangnya sepuluh ribu rupiah.
Filed under: Hidup & Kehidupan