header image
 

Kopi-kopi saya

Di kamar saya ada beberapa macam kopi,dengan berbagai varian bentuk dan rasanya. Ada yang saya dapetkan dari temen-temen saya yang baru melancong, ada yang saya beli dari warung depan kostan, ada juga yang saya ambil dari dapur rumah saya di purwokerto waktu saya pulang kampong.

Kalau di list, beberapa kopi yang eksis ada di kamar kostan saya antara lain adalah:

kopi1.jpg

Gb1 : ”Kapal Api” morning blend; ”Espresso Coffe” chocolate; Kopi Gayo; ”Nescafe” coffemix pass!

  1. Kopi ”Kapal Api” Morning Blend

Kopi ini saya dapet dari room mate sekamar yang dia beli dan hadiahkan sebagai oleh-oleh sehabis pulang dari dines keluar kota, pekanbaru tepatnya.

Kopi ini bermerk ”Kapal Api” namun dalam kemasan yang berbeda. Kemasannya berupa kaleng seng berwarna hitam, dengan tutup ulir dari plastik.

Berbeda dengan kopi ”Kapal Api dalam bentuk sachet kebanyakan, kopi ini menawarkan cita rasa yang berbeda. Dengan tema morning blend-nya, secangkir kopi morning blend yang mantap dan nikmat setiap pagi, akan memberikan anda semangat sepanjang hari, begitu kalimat yang tertulis dalam kemasannya.

Cita rasa kopi ini terasa ringan begitu pertama kali saya sruput.™ Komposisinya tak begitu berat tapi ringan, namun aromanya tetap khas aroma ”kapal api”. Butiran kopinya digiling halus menjadi serbuk.

Sepertinya kopi ini merupakan ”kapal api” versi premium yang tidak dijual bebas di sembarang warung. Overall, kopi ini memang pas kalo kita sruput™ pagi hari.

  1. Espresso Coffee Chocolate

Ini sebenarnya bukan buat diminum, karena ini sebenernya adalah coklat dengan rasa kopi. Oleh-oleh dari temen saya yang habis melancong ke negeri singa. Coklat yang enak berbentuk butiran sebesar telor puyuh dalam kemasan kardus kertas dan masih dibungkus lagi didalamnya dengan kantong alumunium foil warna emas.

Biji kopi yang dilapisi lapisan coklat yang tebal di setiap butirnya, sungguh terasa banget kopinya.

Empat butir coklat ini dengan air panas secangkir kecil dapat menjelma menjadi kopi coklat yang nikmat, ketika coklatnya meleleh dan butiran biji kopinya mengambang di permukaan cangkir.

  1. Kopi Gayo

Kopi ini juga pemberian dari teman setelah bepergian dari tanah rencong. Kopi ini merupakan kopi arabica yang diolah dari biji kopi yang ditanam di perkebunan kopi dataran tinggi Gayo di Bener Meriah, Nanggro Aceh Darussalam

Kopi ini diolah dengan proses pemetikan oleh petani kopi, yang dikeringkan dengan panas matahari, dan kemudian digongseng lalu digiling menjadi bubuk kopi. Bubuk kopi yang sudah dikemas ini lalu siap diseduh menjadi kopi saring yang nikmat.

Bubuk kopinya tidak terlalu kasar, tapi tidak pula terlalu halus. Ketika kita cicipi rasa kopinya sebelum diseduh juga tidak terasa terlalu pahit. Tapi jangan ditanya rasanya ketika sudah diseduh. Rasa pahit kopinya dan harum aroma khas dari kopi torabica, terasa sungguh ”aceh” sekali. Hampir persis sama dengan kopi yang saya minum ketika saya berada di Aceh, di kedai-kedai kopi yang banyak terhampar di setiap pinggir jalan dan simpang jalan ”serambi mekah”

  1. Nescaffe Coffemix Pass!

Ini adalah kopi sachet instan favorit saya, dengan uang sebanyak delapan ratus rupiah, maka kita bisa mendapatkan satu sachet kopi yang cukup untuk satu gelas kopi. Bertipe kopi instan dengan racikan kopi dan gula yang suda di ”mix” sehingga hanya tinggal seduh tanpa perlu memberikan pemanis tambahan.

Aromanya sungguh tidak ada yang bisa menandingi. Dulu, sebenarnya kopi sachet favorit saya adalah kopi gingseng ”CNI”. Namun karena harganya yang tidak begitu murah, saya jadi tak terlalu sering meminumya. Nah, pada suatu waktu, ketika pertama kali saya mencoba Nescafe coffemix pass! Ini, saya merasakan duplikat kopi gingseng tersebut, dalam versi yang lebih hemat.

Berbeda dengan kopi instan yang terbuat dari freeze died coffee pada umumnya, kopi ini menawarkan rasa kopi premium dengan harga minimum.

kopi2.jpg

Gb2 : Kopi “Wartin”

  1. Kopi Wartin

Teman saya membeli kopi ini secara tak sengaja di sudutan Ibukota, tepatnya dimana saya belum tahu. Tiba-tiba, teman saya ini memberikannya kepada saya ketika sedang berkunjung ke kamar saya.

Kemasannya terbuat dari kantung kertas payung berwarna coklat. Diproduksi oleh PT Warung Tinggi Coffee (d/h Tek Soen Hoo) yang beralamat di Jakarta, dengan berat bersih 250 g.

Sama dengan ”Kapal Api” Morning Blend, kopi ini bertipikal kopi lembut yang tidak terlalu keras aroma dan rasa kopinya. Racikannya mengingatkan saya kepada kopi bikinan emak saya di kampung. Sejenis kopi tradisional produksi rumahan yang ketika kita sruput™ sangat terasa ”indonesia” sekali.

Itulah sebagian kopi yang saya miliki. Terima kasih untuk semua teman saya yang telah memberikan kopi ini. Terima kasih kepada semua teman saya yang mau repot mencari kopi-kopi ini untuk dioleh-olehkan kepada saya.

Maka..marilah mari kita menyruput™ kopi bersama-sama, sambil bercengkrama dan berbagi cerita.

~ oleh ipungmbuh di/pada Januari 16, 2008.

10 Tanggapan to “Kopi-kopi saya”

  1. *siap2 ngerampok kopi di kamar ipung*
    keknya enak jg tuh buat disruput™ (anjrit guwa bisa bikin tm ketjil) di kantor pagi2 :p

  2. aduuuuuuuuuuuuuuuuh, koleksi kopi yah? kopi lampung dah coba belum?

  3. kalo kopi instan yg enak, saya suka indocafe cappuccino. wangi… :D

  4. seminggu gak ngopi gara-gara batuk gak sembuh2. hiks hiks…. *ada yg bisa dilempar ke kos ku gak nih kopinya?*

  5. Untuk urusan kopi instan, setuju bgt tuh mas: NESCAFe Pas emang paling beres! Murah lagi… ^_^
    Tapi kalau mau lebih murah jgn beli ketengan or beli yg dikemas dalam dus isi 5 sachet, coba deh beli di toko besar yg berjejer di pasar, 1 renteng (10 sachet) cuma dihargai 6700 - 7000 perak, murah bnget kn?

  6. favorit saya (dari list kopi sampeyan) ya kopi gayo… dulu pernah dikirimin kopi dari aceh tanpa merek, jebul campur ganja!!!! enaaaaaaaaaaaaakkkk!!! huahahahaha

    http://mbnw.blogspot.com

  7. wah aku suka kopi yang ngeblend aja. bukan kopi murni, pahit. yuk kapan kita nongrong ha ha

  8. indocafe coffeemix paling pol deh! atau espresso? *hahahaha… kalok yang terakhir itu bisa bikin saya garuk2 lidah!*

  9. Kok nggak ada sturbucknya? :)

  10. “Rasa pahit kopinya dan harum aroma khas dari kopi torabica, terasa sungguh ”aceh” sekali.”

    Arabica kali pak..

    eniwei…

    BAGI KOPI GAYONYA!!!

Tinggalkan Balasan