Dan Perjalanan (akan) Dimulai Kembali
Ada berbagai macam alasan orang melakukan sebuah trip/ perjalanan wisata. Teman saya yang ini misalkan, beliau lebih menikmati objek wisata yang bersifat adventure, kegiatan yang menantang, dan daerah yang jarang orang “biasa” mengunjunginya kalo bener-bener niat. Ada lagi temen saya yang ini, yang menikmati objek wisata yang modern, kota-kota yang indah, dengan menawarkan beragam toko atau mal yang menjual barang yang menarik, yang ingin mereka beli. Ada juga temen saya yang ini (walau saya belum pernah ketemu langsung dengan beliau) yang lebih senang menikmati perjalanan yang menawarkan keeksotisan budaya, sosiologi dari komunitas atau daerah yang dia kunjungi. Maaf kepada temen-temen saya tersebut kalau penilaian saya itu salah, tapi setidaknya itulah gambaran saya sebagai orang yang senang membaca/mendengar cerita tentang perjalanan mereka dari tulisannya atau penuturannya.
Kalau saya, Ada beragam aspek dan alasan yang saya sukai dari setiap perjalanan yang saya lakukan. Saya suka melakukan perjalanan sendiri, kadang pula saya merindukan berjalan bersama dengan beberapa teman. Kadang saya suka mengunjungi gunung atau laut yang terdapat di pojokan peta, jauh dari hingar bingar kota. Terkadang pula saya suka mengunjungi kota yang memiliki masyarakat yang hidup dengan tradisi atau kultur yang unik yang bisa saya jadikan kaca benggalaning, contoh yang baik untuk coba saya bandingkan dengan kultur atau tradisi lingkungan di sekitar hidup saya biasanya.
Saya suka takjub melihat keindahan alam di suatu tempat yang jarang orang mengunjunginya, Saya sering mengagumi sikap hidup masyarakat di suatu kota kecil yang memegang teguh tradisi yang memiliki nilai-nilai baik yang kadang jarang saya jumpai dalam kehidupan sehari-hari saya, dan kadang pula saya menikmati sensasi terheran-heran seperti orang udik melihat betapa modernnya suatu kota besar dan betapa mengkilaunya orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Dan Bulan Desember ini saya melakukan perjalanan (lagi) bersama beberapa teman (baru dan lama) untuk berkeliling pulau Jawa, Dari ujung barat sampai ujung timur Pulau ini selama 6 (enam) hari.
Sesuatu yang begitu dekat dengan kita kadangkala terlupakan oleh kita. Jawa dengan beragam budaya, keeksotisan kontur alamnya, keanekaragaman kulturnya membuat saya bersemangat untuk melakukan perjalanan ini. Jawa yang disini saya habiskan hampir 9/10 dari rentang hidup saya, kadang terlupakan. Pada awalnya saya hanya tahu Jawa dari Jakarta di ujung Barat hingga pol Jogja di ujung timur, itupun hanya setarikan garis linearnya saja. Kota kota yang terlewati jalur utama dari dua kota itulah yang biasanya saya singgahi.
Dengan perjalanan kali ini, saya ingin lebih jauh mengenal tanah leluhur saya, tanah Jawa. Saya ingin memperluas coverage saya atas Jawa hingga lebih luas lagi. Keunikan budaya tradisi penduduk di Bromo, keindahan alam di Tawangmangu-Karanganyar, atau hanya sekedar menikmati manis dan pedasnya nasi pecel Madiun.
dan ketika seorang kawan mengajak saya melakukan sebuah perjalanan, maka perjalanan dimulai kembali. Semoga membawa hikmah hidup dan pengalaman yang membawa manfaat baik bagi cara pandang hidup saya..semoga.

ya, biar perjalanan yang membuka jalannya sendiri. itu baru perjalanan.
It brings me back to the trip we’ve made…
Suatu perjalanan selalu menghadapkan kita pada pilihan seperti halnya hidup karena hidup adalah sebuah perjalanan… dan keyakinan bahwa suatu perjalanan dapat membuat seseorang (belajar) lebih bijak…
wah, enaknya bisa jalan2. jadi backpacker pulak. kalo saya yg ibu2 gini sih, pasrah aja. mentok2nya paling ke mall, huehehe….