November 25, 2007 • 4:29 pm
Sebuah foto berisi beribu macam kenangan yang tersimpan di dalamnya, sebuah foto bisa mengingatkan kita kembali pada apa sebenarnya makna jujur yang terkandung dalam moment yang terekam di dalamnya. Ingatan kita kembali pada kenangan yang terjadi ketika lampu blitz menyala sepersekian detik yang membuat kita bersikap spontan.
Ketika hati kita terasa terbebani oleh berbagai macam masalah yang kita buat, beban hidup yang terasa berat menghimpit, kenangan pahit yang kita lakukan…cobalah tengok foto…dia merupakan penghibur ulung yang mampu memberikan kedamaian dalam hidup kita tanpa banyak bicara. kadang kita bisa tersenyum, kadang kita bisa tertawa, kadang kita malah bisa bersedih dan menitikkan air mata hanya dengan melihat sebuah foto.
Read the rest of this entry »
Filed under: Backpacking, Hidup & Kehidupan
November 23, 2007 • 5:13 pm

Malem ini sepulang kantor saya iseng sebentar mampir ke kamar temen kostan, seorang e-enterpreneur yang sudah cukup kenyang dengan asam garam sejarah dan fenomena dunia per “internetan” di Indonesia.
Beliau seorang pengelola sebuah multi user blog yang cukup disegani di dunia maya. Dalam satu tahun beliau me-maintenance blognya [sebuah multi user blog komunitas penggiat IT]. beliau sudah memiliki 15.000 member, sebuah pencapaian yang signifikan.
Sedikit ngobrol ngalor ngidul tentang fenomena per “blogger-an” di Indonesia yang sedang marak tahun-tahun belakangan ini.
Read the rest of this entry »
Filed under: Hidup & Kehidupan
November 21, 2007 • 6:08 am
Prolog:
ini merupakan tulisan saya mengenang banjir besar di jakarta, medio awal februari 2007, pada mulanya, saya tidak cukup punya keberanian umtuk mempublikasikannya, karena saya pikir tulisan saya kali ini tidak penting untuk dibaca orang lain…tapi setelah membaca “Jurnalisme sastrawi”- nya Andreas harsono…saya pikir….kenapa mesti malu…jadi saya publish tulisan ini dalam blog saya… silahkan berkomentar, dan mengkritisi… sumonggo tabiks
JAKARTA, BANJIR dan HUMANISME
Banjir tak pernah ingkar janji, menarik juga kiasan hiperbol sebuah acara berita salah satu stasiun tv news di Indonesia mengenai fenomena bencana banjir yang melanda rutin setiap tahunnya ke ibukota jakarta raya. Ya, banjir, seakan tak pernah ingkar janji, untuk setia menyambangi ibu kota Jakarta Raya setiap musim penghujan tiba. dan tahun ini kebetulan intensitas dan kualitas “percintaan” banjir sedang tinggi-tingginya dalam menyambangi jakarta, karena siklus berulang lima tahunan [setelah yang terakhir banjir hebat di tahun 2002].
Read the rest of this entry »
Filed under: Hidup & Kehidupan