Saya suka menonton film, walaupun selera nonton saya ndak sebagus selera nonton temen saya. Kadang kala teman saya bilang “tropic thunder” itu film oke dan lucu sekali, tapi saya malah menganggap teman saya itu yang lucu, menganggap “tropic thunder“ sebagai film yang lucu. Kadang kala temen saya bilang bahwa dia adalah fans berat Quentin Tarantino, tapi bagi saya hanya “Kill Bill” saja yang memikat, lainnya terlalu memusingkan. Temen saya yang lain bilang film hollywod itu sampah, tapi saya bilang beberapa film hollywod cukup menghibur.
Saya suka film Indonesia dengan semangat indie dan tema yang berbeda. “Janji Joni” dan “Tiga Hari untuk Selamanya” adalah favorit saya, walaupun kadang saya hampir menangis ketika menonton “Dealova” (damn!). Film pendek dan film dokumenter juga selalu menarik untuk dinikmati.
Sering saya main ke kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) di daerah Cikini untuk menonton film indie gratisan di teater satu bioskop TIM setiap akhir bulan, ketika kondisi keuangan mepet dan susah mencari hiburan yang murah dan bermutu.
Festival film, saya pertama kali mengenalnya di kota saya, Purwokerto. Pada waktu itu dikampus saya diputar film film indie dokumenter dalam gelaran ScreenDocs Regular!. ScreenDocs! Regular adalah pemutaran film dokumenter yang bertujuan untuk dapat mengembangkan wawasan masyarakat dalam mengapresiasi film dokumenter, serta menjadikan film sebagai alat untuk membahas isu-isu yang sedang dihadapi (gitu kata panitianya).
The European Film Festival (EFF) adalah festival fim favorit saya (karena gratis). EFF rutin saya ikuti dalam dua tahun belakangan ini. EFF menampilkan film-film alternatif dari eropa dengan genre yang beragam. Biasanya diputar di pusat-pusat kebudayaan negara-negara eropa tersebut.
Selanjutnya adalah Jakarta International Film Festival (Jiffest). Ide untuk menyelenggarakan Jiffest ini berasal dari pencinta film, Shanty Harmayn dan Natacha Devillers, yang pada 1999 bekerja sama di Salto Films dan bermukim di Jakarta. Shanty Harmayn dan Natacha Devillers pun memutuskan untuk mewujudkan Jakarta International Film Festival (JIFFest) di bulan November tahun 1999.
Khusus Jiffest, pada 2009 ini pada tanggal 4-12 Desember ini segera dimulai, jadi siapkan diri anda. Bawa rantang dan termos berisi bekal, untuk dinikmati pada saat menonton sajian tontonan bermutu ini.
Terkait banyaknya festival film di kota ini, saya sungguh sangat suka Jakarta.
sumber: wikipedia
Filed under: Hidup & Kehidupan, Uncategorized



