Terdapat paradoks yang mungkin agak aneh ketika menghubungkan tiga kata diatas, kenapa saya sebut sebagai sebuah paradoks? Kaitannya adalah sebagai berikut :
Ada hipotesis yang mengatakan bahwa secara psikologis proses alur berpikir dan mengambil keputusan antara lelaki dan perempuan adalah berbeda. Lelaki lebih mengedepankan rasionalitas dalam mengambil keputusannya, dan wanita dengan arifnya menggunakan emosi sebagai filter pertama yang ia pasang dalam menentukan analisisnya. Hipotesis tersebut tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah.
Entah dengan wanita namun bagi kaum pria ada beberapa hal di dunia ini yang bisa menyebabkan rasionalitas mereka menjadi lenyap tak berjejak, hilang secara misterius, dan menguap tak berbekas dalam otak mereka. Satu dari beberapa hal itu [yang disepakati oleh lebih dari separuh penduduk dunia berjenis kelamin laki-laki] adalah BOLA, lebih tepatnya SEPAK BOLA, FOOTBALL, FUTBOL, SOCCER, BOLA SEPAK.
Lanjutkan membaca ‘Sepak bola, PSSI, Irasionalitas dan Lelaki’



